About Me

Anak bungsu dari tiga bersaudara. Pertama bernama Ngadinem, kedua bernama Ngadino, dan saya sendiri bernama Maryadi.

Namaku memang agak sedikit berbeda dari kedua kakakku yang menggunakan awalan “Ngadi” . Tapi itu bukan berarti aku berbeda darah dengan mereka.

Sejujurnya tadinya aku mau dikasih nama Ngadiman, entah musababnya apa sehingga namaku diganti seperti yang saya sebutkan diatas.

Ayahku bernama Ngadi dan meninggal ketika usiaku 2,5 tahun. Kata ibuku, ayah meninggal karena penyakit paru-paru yang sudah sejak lama di deritanya.

Aku sih tidak tahu persis ya, bagaimana kronologi wafatnya, proses pemandiannya, serta prosesi pemakamannya. Mungkin aku masih terlalu kecil untuk mengingat itu semua.

Ibuku bernama Juminem, kelahiran asli Solo, 65 tahun yang silam. Ibuku adalah pahlawanku. Beliaulah yang menyekolahkan hingga aku bisa menamatkan pendidikanku sampai dibangku SMK.

Ibuku adalah petani tulen yang amat aku sayangi. Beliaulah contoh ibu sekaligus ayah yang tiap pagi selalu mencari nafkah untuk menghidupi ketiga anaknya.

Pokonya the best-lah, tidak ada cerita lain yang bisa aku bagikan secara untuh untuk menggambarkan betapa luar biasanya ibuku.

Aku mulai mengenal blogging sejak akhir 2015 yang kemudian baru aktif menulis di November 2017 akhir.

Aku tidak punya prestasi sama sekali di dunia blogging. Bisa dikatakan Newbie-lah yang masih butuh belajar dan bimbingan banyak.

Untuk karir sendiri. Saat ini saya bekerja sebagai tenaga pendamping profesional desa di satker p3md provinsi lampung yang terhitung sejak 2016 dan sampai sekarang.

Prestasi juga masih nol, sama halnya dengan dunia blogging.

To be continue…