Kategori
Blog

Ibu dan Masker

Saya masih ingat persis ketika hendak berangkat bekerja untuk mendampingi salah satu desa yang ingin melaksanakan musdesus BLT tahap pertama. Ibu saya bilang di sela-sela saya ingin menyetater motor “tetap pake masker le, meskipun takdir itu sudah ada yang ngatur,”.

Seketika saya menjawab ” iya mak”.

Saya tidak tahu persis, alasan ibu saya berkata seperti itu. Ibu saya tergolong petani utun yang tidak suka menonton berita-berita di televisi, apalagi membicarakan hal-hal viral di medsos.

Tapi setelah adanya pandemi Covid-19 di awal bulan Maret, yang hingga saat ini telah merenggut nyawa lebih dari 8 ribu jiwa menurut data gugus tugas yang terpampang di situs covid19.go.id

Ibu saya lebih protective kepada anak-anaknya.

Bahkan satu malam, ketika saya menghadiri undangan dari salah satu desa untuk diajak diskusi tentang bagaimana mempercepat penanganan virus yang nau’dubillah setan ini.

Ibu saya sampai larut malam tidak tidur hanya untuk menunggui kapan saya pulang.

Dari situlah saya tahu. Bahwa virus ini bukan hanya merenggut banyak nyawa. Namun juga merenggut ketenangan hati ibu saya.

Pikir hati saya ” bajingan-bajingan, saya sudah lama membuat ibu saya tenang supaya sakitnya gak kambuh. Malah virus ini merenggut semua ketenangan ibu saya,”.

Ibu saya berumur kurang lebih 65 tahun. Dia sering sekali sakit-sakitan ketika fikiranya tidak tenang. Apalagi jika mendengar anak-anaknya punya masalah.

Ibu saya adalah emas permata satu-satunya yang saya miliki saat ini. Walaupun saya tidak pernah mengungkapkan betapa saya sangat menyayanginya.

Ibu saya adalah uri-uri saya yang akan selalu saya jaga hingga maut memisahkan raga dan nyawa-nya.

Ibu saya adalah pahlawan saya yang selalu siap berkorban tanpa mengeluh meskipun tengah dilanda masalah.

Ibu dan Covid, ibarat air dan minyak yang tak mungkin pernah bisa bersatu karena berbeda tujuan.

Ibu laksana masker yang akan tetap melindungi, dimanapun dan kemanapun anak-anaknya pergi.

Jadi jangan pernah tinggalkan masker, anggaplah masker sebagai ibumu yang kemanapun kamu pergi wajib kamu kenakan dan jaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *